Russell Ungkap Upaya di Balik Layar Atasi Kelemahan Terbesar Mercedes
George Russell mengungkapkan upaya sedang dilakukan untuk memperbaiki kelemahan utama Mercedes.

George Russell mengungkapkan bahwa Mercedes sedang bekerja "di balik layar" untuk meningkatkan start balapan mereka jelang dimulainya kembali musim Formula 1 2026.
Mercedes mendominasi era baru F1 dan telah mengumpulkan tiga kemenangan dari tiga putaran pembuka, serta memenangkan balapan sprint di China.
Namun, start balapan terbukti menjadi kelemahan Silver Arrows. Meski telah meraih empat kali mengunci baris depan - tiga Grand Prix, satu Sprint Race di Shanghai - baik Russel ataupun Kimi Antonelli belum berhasil mempertahankan keunggulan di lap pertama.
Namun, Mercedes bekerja keras untuk mengatasi masalah terbesar mereka.
"Banyak hal yang terjadi di balik layar," kata Russell kepada Sky Germany saat tes ban Pirelli di Nurburgring. "Seperti dalam olahraga apa pun, banyak hal yang terjadi yang tidak dilihat orang dan kami memiliki kesempatan ini untuk melakukan tes.
"Ada banyak hari di simulator untuk menganalisis tiga balapan pertama dan melihat ke depan untuk beberapa balapan berikutnya yang akan datang."
"Saat kembali nanti ada dua Sprint Race, yaitu Miami dan Montreal, jadi kami akan mengerahkan seluruh tenaga.
"Kami di sini karena ini adalah uji coba Pirelli dan uji coba ban, kami tidak diizinkan untuk melakukan start, sama seperti tim lain saat melakukan uji coba ban. Kami bekerja keras di balik layar menganalisis data.
"Olahraga kami sulit karena Anda tidak banyak berlatih. Itu bagian dari aturan bahwa Anda tidak diizinkan untuk mengemudi.
"Tentu saja, kami ingin sekali melakukan banyak start. Kami memiliki beberapa ide mengapa kami kurang maksimal dalam start balapan, jadi semoga kami dapat membangunnya."
Kemenangan beruntun Antonelli telah membawa remaja Italia itu unggul sembilan poin atas Russell setelah tiga balapan pertama.
Musim 2026 dilanjutkan setelah jeda paksa selama lima minggu menyusul pembatalan balapan di Bahrain dan Arab Saudi karena Perang Iran dengan Grand Prix Miami pada 3 Mei.








