Keputusan Krusial Bantu Bezzecchi Pecahkan Rekor Lap Buriram
Marco Bezzecchi memimpin sesi latihan Jumat di MotoGP Thailand ancaman badai memaksanya melakukan time-attack lebih awal.

Marco Bezzecchi membawa performa pra-musimnya ke hari pembuka MotoGP Thailand, memimpin sesi Practice Jumat sore meski ancaman hujan mengubah rencana tim di Buriram.
Dengan badai yang mengancam sirkuit, tim-tim terpaksa meninggalkan rencana long-run mereka dan beralih ke time-attack lebih awal.
Rintik hujan yang turun menyulitkan tim dan pembalap selama sisa sesi, namun kondisi trek cukup kering untuk Bezzecchi menggeser Fabio di Giannantonio dengan hanya dua menit tersisa di Practice, dan mencatat rekor lap baru dalam prosesnya.
“Saya senang. Ini baru hari Jumat jadi kita harus tetap tenang dan fokus sepenuhnya,” kata Bezzecchi kepada MotoGP.com.
“Itu adalah lap yang bagus dan kami berhasil mengelola sesi dengan baik, karena pada satu momen hujan turun dan angin sangat kencang, jadi kami harus mengubah rencana di menit-menit terakhir.
“Namun, untungnya, tim melakukan pekerjaan yang luar biasa.
“Penting bagi kedua belah pihak untuk bersiap dan mencoba bereaksi dalam waktu sesingkat mungkin.
“Ketika saya memutuskan untuk berhenti – itu tidak direncanakan – tim sudah siap. Itu sangat penting, saya pikir mungkin kunci untuk situasi seperti ini.”

Meskipun finis hampir setengah detik lebih cepat dari pesaing terdekatnya, Marc Marquez, Bezzecchi tetap bersikeras bahwa juara bertahan Ducati adalah favorit menjelang hari Sabtu.
“Saya yakin Marc adalah favorit, masih sangat kuat. Di saat yang tepat, dia selalu ada, jadi saya pikir besok dan Minggu dia akan sangat cepat,” kata Bezzecchi.
“Tapi dia bukan satu-satunya, karena Diggia [Fabio di Giannantonio] juga sangat cepat hari ini. Alex [Marquez] seperti biasa, cepat. Pedro [Acosta]. Jorge [Martin] juga sangat cepat. Jadi, kita tidak boleh lengah. Kita harus tetap fokus dan terus seperti ini.”
Bezzecchi juga menolak untuk memberikan penjelasan lebih lanjut saat ditanya aero 'F-duct' Aprilia, yang tampaknya mengalihkan aliran udara ketika siku pembalap menutupi lubang ventilasi di sisi motor.
“Tim bekerja dengan baik dan seluruh pabrik di Noale benar-benar bekerja keras untuk selalu berusaha meningkatkan performa. Untuk itu saya sangat senang,” jawabnya ketika disinggung soal aero baru Aprilia.
Rekan setimnya, Jorge Martin, berada di posisi kelima tercepat, sementara Ai Ogura dari Trackhouse Aprilia juga berhasil lolos langsung ke Kualifikasi 2.








