Michelin Ragu Dominasi Aprilia Terbantu oleh Kompon Ban
Kemenangan Aprilia di Thailand dan Brasil awalnya dianggap dibantu oleh spesifikasi ban.

Michelin selalu meragukan klaim bahwa dominasi Aprilia di putaran MotoGP Thailand dan Brasil dipengaruhi oleh konstruksi ban alternatif yang digunakan.
Karena suhu yang sangat panas di Buriram dan layout cepat sirkuit Goiania, Michelin membawa konstruksi ban yang lebih kaku ke ajang tersebut pada awal musim 2026.
Pada kedua putran, Aprilia mendominasi Grand Prix, dengan Marco Bezzecchi meraih kemenangan meyakinkan di Thailand, dan mengulanginya di Brasil dengan meraih posisi 1-2 bersama Jorge Martin.
Kemampuan RS-GP untuk memaksimalkan performa ban yang lebih kaku disorot sebagai alasan dominasi Aprilia atas tim lain di Thailand dan Brasil.
Kembalinya pengunaan ban standar yang dipakai di sebagian besar sirkuit dalam kalender diharapkan akan mengembalikan Ducati ke persaingan di Grand Prix Amerika.
Tapi, Ducati gagal meraih podium, sementara Bezzecchi memimpin Aprilia meraih posisi 1-2 lagi di depan Martin di COTA.
Aprilia ‘memiliki sesuatu yang lebih’
Performa Aprilia di Austin, yang juga mencakup kemenangan Sprint Race pertama musim ini, membantah teori dominasi yang dikaitkan dengan casing ban yang lebih kaku.
Namun, bos Michelin, Piero Taramasso, menegaskan bahwa ia tidak pernah berpikir seperti itu sejak awal.
Dalam sebuah wawancara dengan Motorsport edisi Italia, bos Michelin MotoGP itu mengatakan: "Saya selalu berpikir bukan itu masalahnya [ban yang lebih kaku], karena kami telah menawarkan casing ban paling kaku selama beberapa musim sekarang.
“Jadi, semua orang tahu cara menafsirkannya dan cara mengatur setelannya.
“Bahkan para pembalap pun sudah terbiasa. Saat ini, Aprilia benar-benar memiliki sesuatu yang lebih dalam hal motor.”
Casing ban yang lebih kaku digunakan di Red Bull Ring, Mandalika, Buriram, dan Goiania untuk mengatasi tuntutan panas yang berlebihan.
Ban tersebut telah membawa keberuntungan yang beragam bagi Ducati selama setahun terakhir; mereka selalu tampil baik di Red Bull Ring dengan ban tersebut, sementara Ducati mendominasi di Buriram musim lalu.
Namun, di Mandalika tahun lalu, GP25 Ducati kesulitan dengan ban tersebut, meskipun GP24 mampu mendominasi di tangan Fermin Aldeguer.
Ducati dibuat bingung dengan kecepatannya dengan ban tersebut di Buriram musim ini, karena mereka tidak mengalami masalah yang sama selama uji coba seminggu sebelumnya.








