Lorenzo Ingin Kembalikan Insting 'Pembunuh' Vinales

Jorge Lorenzo berbicara soal reputasi Maverick Vinales sebelum berkarier di MotoGP.

Maverick Vinales, Tech3 KTM, 2025 Valencia MotoGP
Maverick Vinales, Tech3 KTM, 2025 Valencia MotoGP
© Gold and Goose

Juara dunia  MotoGP tiga kali Jorge Lorenzo mengungkapkan rencananya untuk membantu Maverick Vinales menemukan kembali insting "pembunuh" yang dimiliknya bahkan sebelum berkarier di Grand Prix.

Musim 2026 menandai tahun ke-12 Maverick Vinales di kelas para raja setelah melakukan debutnya bersama Suzuki pada tahun 2015.

Vinales dengan cepat membangun reputasi sebagai bintang MotoGP masa depan, tapi baru memiliki 10 kemenangan dalam resumenya, serta belum bisa menempatkan dirinya dalam pertarungan gelar.

Kepindahan dari Aprilia ke KTM bersama Tech3 memberinya harapan baru setelah muncul sebagai andalan pabrikan Austria tersebut di paruh pertama 2025.

Untuk tahun 2026 Tech3 KTM, Vinales merekrut Jorge Lorenzo sebagai pelatih performa.

Lorenzo tahu reputasi Vinales sejak berumur 8 tahun

Hubungan keduanya cukup berliku, keduanya sempat bersitegang saat Vinales direkrut sebagai pengganti Lorenzo di Yamaha di 2017, sebelum JL pensiun di akhir 2019.

Berbicara di tes Sepang, yang menandai kemunculan pertama Lorenzo dalam peran barunya, ia mengungkapkan niatnya untuk membantu Vinales kembali menemukan reputasi "pembunuh" yang sudah melekat bahkan sebelum masuk MotoGP.

“Sekarang motivasinya sangat tinggi,” katanya kepada situs web resmi MotoGP. “Saya tidak tahu apakah lebih tinggi dari sebelumnya, karena saya tidak bersamanya selama bertahun-tahun itu.

“Saya mendengar tentang Maverick sejak dia berusia delapan tahun dan ketika saya berusia 15 tahun, dan dia selalu menjadi pembalap yang luar biasa, sangat berbakat.

“Semua orang mengatakan bahwa ketika dia masih kecil, dia adalah seorang pembunuh dan dia benci kalah.

“Dan entah bagaimana, saya pikir dalam lima, enam tahun terakhir, dia kehilangan motivasi atau keinginan untuk menang.

“Dan sekarang, dia mengerti, setelah memiliki beberapa anak perempuan dan menghabiskan beberapa tahun bersama mereka dan istrinya, dia mengerti bahwa mungkin dua atau tiga tahun ke depan akan menjadi kesempatan terakhirnya.

“Jadi, dia ingin memberikan lebih dari 100% kemampuannya untuk berdamai dengan dirinya sendiri dan melihat apa yang terjadi.”

Kontrak Vinales dengan KTM akan berakhir pada akhir tahun ini, meskipun ia digadang-gadang akan menggantikan Pedro Acosta di tim pabrikan merek tersebut.

Alex Marquez juga dikaitkan kuat dengan tim tersebut.