Tangan Kanan Verstappen Diberitakan Pindah ke McLaren di 2028

Kabarnya, teknisi balap Max Verstappen akan bergabung dengan rival F1, McLaren.

Lambiase has been the voice in Verstappen's ear at Red Bull
Lambiase has been the voice in Verstappen's ear at Red Bull

Orang kepercayaan Max Verstappen, Race Engineer Gianpiero Lambiase, akan bergabung dengan McLaren, menurut laporan yang beredar di Belanda.

Lambiase, yang juga menjabat sebagai kepala balap di Red Bull, dikabarkan telah menerima "tawaran fantastis" untuk bergabung dengan McLaren pada tahun 2028, seperti yang pertama kali dilaporkan oleh publikasi Belanda, De Limburger.

Engineer Inggris berusia 45 tahun itu sebelumnya dikaitkan dengan Aston Martin dan Williams, tetapi McLaren tampaknya telah berhasil mendapatkan jasanya dalam sebuah kesepakatan besar.

Menurut sumber yang beredar, Lambiasse telah ditawarkan peningkatan gaji signifikan oleh McLaren, yang meraih gelar ganda tahun 2025.

Menurut laporan lebih lanjut di De Telegraaf, ada juga peluang bagi Lambiase untuk suatu hari nanti mengambil alih posisi kepala tim McLaren.

McLaren dikabarkan akan kehilangan Team Principal saat ini, Andrea Stella, yang dikaitkan dengan potensi kepindahan ke Ferrari, dan Lambiase tampaknya akan diplot sebagai penerus.

Lambiase akan menjadi tokoh penting terbaru yang meninggalkan Red Bull dan bergabung dengan McLaren, mengikuti jejak kepala desainer Rob Marshall dan kepala strategi Will Courtenay.

Juli lalu Christian Horner dipecat dari posisinya sebagai kepala tim dan CEO, sementara penasihat Helmut Marko, Sporting Director Jonathan Wheatley, dan Chief Technical Officer Adrian Newey semuanya telah pergi dalam 12 bulan terakhir atau lebih.

Lebih banyak keraguan untuk masa depan Verstappen

Kepergian Lambiase merupakan pukulan telak bagi Verstappen, mengingat keduanya telah membentuk salah satu hubungan pembalap-teknisi tersukses di F1.

Lambiase telah membangun hubungan pribadi yang mendalam dengan Verstappen, setelah menjabat sebagai Race Engineer pembalap Belanda itu sejak ia bergabung dengan Red Bull empat balapan setelah musim 2016 dimulai.

Keduanya memenangkan empat gelar juara dunia pembalap berturut-turut dan dua gelar juara konstruktor bersama selama periode tersebut.

Hal ini menimbulkan keraguan lebih lanjut tentang masa depan jangka panjang Verstappen di F1.

Pembalap 28 tahun ini terikat kontrak dengan Red Bull hingga akhir tahun 2028, tetapi sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan F1 karena ketidakpuasannya terhadap peraturan baru.