Mitos Terbesar soal Michael Schumacher Akhirnya Terungkap

Jean Todt membongkar kesalahpahaman besar seputar legenda F1, Michael Schumacher.

Schumacher and Todt enjoyed huge success together at Ferrari
Schumacher and Todt enjoyed huge success together at Ferrari

Jean Todt telah membahas mitos terbesar seputar legenda Formula 1, Michael Schumacher.

Mantan Team Principal Ferrari itu bekerja dengan Schumacher di Scuderia dari tahun 1996 sampai 2006, memimpin periode dominasi di mana pembalap Jerman itu memenangkan lima gelar beruntun antara tahun 2000 dan 2004 bersama Scuderia.

Juara dunia tujuh kali Schumacher dipandang oleh banyak orang sebagai sosok yang arogan di tengah kesuksesannya yang luar biasa di F1, tetapi Todt menjelaskan mengapa hal itu sangat jauh dari kebenaran.

"Michael adalah manusia yang cukup rapuh," kata pria Prancis itu kepada podcast High Performance. "Bukan tipikal suara keras seseorang yang merasa lebih tahu daripada yang lain. 

"Saya akan memberi Anda contoh, yang bagi saya sangat menakjubkan dan signifikan tentang siapa Michael sebenarnya.

"Setelah ia menjadi juara dunia, sebelum memulai musim baru, ia meminta saya untuk kembali ke lintasan pribadi di Fiorano. 

"Ia berkata, 'Bisakah kamu memberi saya setengah hari untuk melakukan beberapa tes guna memastikan saya masih dalam kondisi baik?' Saya pikir justru kekuatan besar jika kita tidak yakin apakah kita masih dalam kondisi baik."

Ketika ditanya apakah orang-orang salah mengira Schumacher arogan, Todt menjawab: ”Sepenuhnya. Michael adalah tipe orang yang pemalu dan murah hati. Tapi dia menyembunyikan rasa malunya dengan terlihat arogan. Saya rasa Anda tidak melakukan itu untuk membantu diri sendiri. Saya rasa itu ada dalam karakter Anda, dalam gen Anda, Anda memang seperti itu.

"Maksud saya, sangat cepat, karena masalahnya adalah kami harus berjuang sejak tahun '97. Dia menyadari bahwa dia dilindungi, dia menyadari bahwa dia dicintai, jadi itu berlaku dua arah. Jadi satu demi satu, hubungan itu berubah dari hubungan profesional menjadi hubungan pertemanan dan keluarga."

Schumacher meraih 72 kemenangan Grand Prix sebagai pembalap Ferrari sebelum hegemoninya diruntuhkan oleh Fernando Alonso, yang memenangkan gelar juara berturut-turut bersama Renault pada tahun 2005 dan 2006.

Sempat pensiun dari F1 pada akhir tahun 2006, Schumacher kembali ke ajang jet darat bersama Mercedes. Tapi setelah tiga tahun yang mengecewakan, dengan hanya satu podium untuk Silver Arrows, ia pensiun sepenuhnya pada akhir musim 2012, di usia 43 tahun.

Schumacher mengalami cedera kepala parah dalam kecelakaan ski pada Desember 2013 dan belum terlihat di depan umum sejak saat itu.